CINTA DI UFUK BARAT
Aida, gadis cantik rupa dan budi pekertinya.
Banyak pria yang tertarik dan berniat untuk mempersuntingnya. Namun, tidak ada
yang dapat menggetarkan hatinya. Disisi lain, orangtuanya, Bu Ajeng dan Pak
Mansur terus mendesaknya untuk segera menikah.
“Nduk,
kamu mau melajang sampai kapan? Umi dan abi sudah tidak sabar ingin menimang
cucu. Lihatlah teman-teman sebayamu sudah pada punya momongan,” tutur Bu Ajeng
pada suatu malam ketika sedang berkumpul di ruang keluarga.
